class='home blog'>

Showing posts with label tentang alat kontrasepsi. Show all posts

Friday, March 22, 2013
Fatwa dari Majelis Ulama Indonesia yang mengharamkan vasektomi, metode kontrasepsi bagi pria, sebaiknya disikapi secara bijak dan tidak terburu-buru menilai. Vasektomi sebenarnya aman dan sama sekali tidak melanggar hak-hak pria. Lagi pula, metode ini tidak bersifat permanen.

Demikian disampaikan Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DIY Arkandini di sela-sela Pertemuan Koordinasi Ikatan Penulis KB (IPKB), Selasa (10/3), menanggapi fatwa MUI yang dikeluarkan Bulan Februari lalu.

"Kami sudah mengundang dokter-dokter, tokoh masyarakat, dan tokoh agama di Yogyakarta untuk membicarakan hal itu," ujarnya. Menurut dia, ada sedikit kesalahpahaman mengenai vasektomi yang sebenarnya tidak perlu muncul.

Vasektomi merupakan metode kontrasepsi bagi pria selain kondom. Vasektomi yang dilakukan dengan tanpa operasi ini dilakukan dengan mengikat saluran sperma. Namun, pengikatan ini tidak bersifat permanen, alias bisa dilepas seperti semula.

"Pria yang divasektomi tetap bisa ejakulasi normal kala berhubungan. Namun, yang keluar adalah cairan non-sperma sehingga tidak menyebabkan kehamilan," jelas Rodhiana, staf Seksi Advokasi dan Komunikasi Informasi Edukasi BKKBN DIY.

Herry Sudiyati, Kepala Seksi Advokasi dan Komunikasi Informasi Edukasi BKKBN DIY, menuturkan, dari data per Desember 2008 terdata 2.285 akseptor KB pria (atau 67 persen dari total 3.406 orang), baik yang menggunakan kondom, maupun kontrasepsi. Dari 2.285 orang tadi, pria pengguna vasektomi sekitar 80 persen.

Arie Giyarto, Ketua IPKB DIY, menegaskan bahwa sepanjang vasektomi dilakukan sesuai koridor dan aturan medis, hal itu tak ada masalah. "Program KB harus terus digencarkan dan pria pun bisa turut serta menjadi akseptor," ujar Arie dalam acara yang sekaligus pengenalan logo baru KB itu.

Vasektomi Aman bagi Pria

Posted by Unknown
SEJAUH ini, wanita memang lebih akrab dengan alat kontrasepsi. Padahal, tersedia juga banyak pilihan alat kontrasepsi bagi lelaki. Dengan lebih mengenal alat-alat kontrasepsi diharapkan pria bisa lebih berperan aktif dalam pengaturan kelahiran anak di masa depan.

Seperti bagi perempuan, kontrasepsi bagi pria dibagi tiga jenis, yakni kontrasepsi hormonal, kontrasepsi non hormonal, dan kontrasepsi mantap (kontap). Kontrasepsi hormonal dilakukan dengan cara menyuntikkan hormon ke tubuh pria.

Metodenya ada dua, yakni: menyuntikkan hormon androgen saja, dan memberi suntikan kombinasi hormon androgen dan progesteron. Suntikan hormon ini bertujuan menekan pembentukan sel sperma hingga di bawah 20.000 sel. Dengan demikian, sel sperma ini tak mampu membuahi sel telur yang matang. Sebab, agar bisa menghasilkan pembuahan, sedikitnya diperlukan 20.000 sel sperma.

Adapun, alat kontrasepsi nonhormonal terdiri dari tiga jenis, yakni kontrasepsi non-hormonal dengan bahan kimia (nonhormonal chemicofamaka), dengan ramuan tumbuh-tumbuhan (nonhormonal phytofarmaka), dan kontrasepsi nonhormonal fisik.

Pada kontrasepsi non-hormonal dengan bahan kiinia dan tanaman, pemakaiannya biasanya dengan cara disuntikkan atau diminum. Sari tumbuhan yang bisa dipergunakan untuk menekan jumlah sel sperma, misalnya oluah nanas muda, air rendaman gambir, dan buah mengkudu.

Sementara kontrasepsi fsik bisa dilakukan dengan cara: pemakaian kondom, pemanasan buah zakar, dan penutupan buah zakar dengan polyester.

Tidak bisa dipungkiri, pemakaian kondom adalah yang paling lazim dilakukan. Pasalnya, kondom bisa dengan mudah dibeli di apotek dan pemakaiannya praktis. Pemakaian kondom mencegah masuknya sperma masuk ke vagina yang menyebabkan terjadinya pembuahan.

Pencegahan kehamilan secara fisik bisa juga dilakukan dengan memanasi buah zakar dengan uap air atau cahaya hingga 40-41 derajat celcius selama beberapa menit. Pemanasan ini akan menekan pertumbuhan sel sperma. Tapi memang, cara ini agak merepotkan.

Lebih merepotkan lagi, kontrasepsi dengan cara menutup buah zakar dengan polyester. Sebab proses ini harus berlangsung selama 24 jam secara terus menerus. Karenanya, pria malas melakukan cara ini.

Nah, kontrasepsi untuk pria yang paling efektif mencegah kehamilan adalah vasektomi. Vasektomi dilakukan dengan cara memotong atau mengikat saluran vasika. Bisa juga dengan memasukkan silikon untuk menyumbat saluran vasika. Dengan demikian, sperma tidak bisa keluar dan akan diserap kembali oleh tubuh tanpa efek samping apa pun.

Jika enggan memakai semua cara tadi, kita bisa melakukan kontrasepsi alamiah. Caranya ada dua, yakni melakukan koitus terputus atau melakukan hubungan intim di luar masa subur (sistem kalender). Hanya saja, cara ini memiliki risiko kebobolan yang tinggi.
Anggapan bahwa menggunakan kondom membuat sesi bercinta jadi berkurang sepertinya sudah mesti disingkirkan. Kenyataannya, acara bercinta lebih nyaman, aman, dan menyenangkan berkat si sarung mini ini.

Selain untuk mencegah kehamilan, kondom juga dapat menghindarkan pemakainya dari penyakit menular seksual. Itu sebabnya, bagi banyak pasangan, bercinta dengan kondom sudah menjadi kewajiban.

Namun, masalahnya, sarung karet ini terkadang dianggap penghalang. Bercinta dengan kondom sering membuat sensasi bercinta sedikit berkurang. Alhasil, tak sedikit orang menghindari menggunakannya dengan berbagai alasan.

Saat ini, selain kondom pria, ada juga kondom wanita yang membuat wanita bisa memproteksi dirinya. Sebelum menggunakannya, simak tips pemakaiannya berikut ini:

1. Buka pembungkus kondom dengan hati-hati. Sobek dari ujung atas ke bawah dengan jari. Jangan gunakan gunting, pisau, atau benda tajam lainnya.

2. Perhatikan, kondom perempuan mempunyai ring yang lebih lebar (outer ring) untuk bagian luar dan ring yang lebih kecil (inner ring) untuk bagian dalam.

3. Pegang inner ring kondom, lalu tekan dengan ibu jari dan pada sisi ring, dan dengan jari lain pada sisi yang berseberangan, kemudian ditekan hingga sisi ring yang berseberangan akan bersentuhan dan bentuk inner ring menjadi lonjong.

4. Atur posisi terbaik Anda yang nyaman untuk memasukkan kondom.

5. Masukkan inner ring ke dalam Miss V sehingga dirasa telah masuk cukup dalam.

6. Gunakan jari telunjuk untuk menekan kondom lebih jauh ke dalam bagian atas Miss V sedalam mungkin. Kondom jangan sampai berputar, dan outer ring tetap berada di luar. Kondom telah terpasang dan siap digunakan.

7. Arahkan Mr P ke bagian yang terbuka (outer ring) dan pastikan tidak berada di luar kondom atau di sisi antara kondom dan dinding Miss V.

8. Setelah selesai digunakan, keluarkan kondom secara hati-hati dan putar bagian outer ring dengan cara dipelintir sehingga sperma tidak tumpah.

9. Buang kondom ke tempat sampah dalam keadaan terbungkus, jangan dibuang ke toilet karena bisa menyebabkan penyumbatan.
KHASIAT buah Manjakani sebagai herbal yang dapat membantu elastisitas organ intim kewanitaaan sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Dengan pemanfaatan teknologi, khasiat Manjakani sekarang bukan saja dapat dirasakan oleh kaum Hawa, tetapi secara tidak langsung juga membantu kepuasan pria dan wanita saat behubungan intim.

Ya, faedah manjakani kini telah diaplikasikan dalam karet pengaman atau kondom yang dipakai pria saat berhubungan intim. Penggunaan ekstrak Manjakani dalam bentuk kondom pria ini memang sebuah terobosan baru. Selama ini, tanaman yang memiliki nama asli Mecca Manjakani hanya dipakai sebagai obat tradisional oleh orang Arab, Iran, Cina, India, dan Melayu.

Berkat teknologi, buah manjakani diambil ekstraknya kemudian diformulasikan dalam pelumas kondom. Dengan cara ini, ekstrak manjakani dapat diserap langsung oleh organ intim wanita saat berhubungan yang pada akhirnya diharapkan meningkatkan kepuasan dan keintiman.

"Dengan penggunaan kondom manjakani, kedua belah pihak diharapkan sama-sama memperoleh kepuasan saat berhubungan. Ekstrak manjakani tidak hanya dikenal dapat membantu mengencangkan otot vagina, mengurangi keputihan dan mengurangi cairan, namun juga dapat membantu vagina yang kering," ungkap pakar herbal Prof. Dr. Hembing Wijayakusuma, di Jakarta, Jumat (6/6).

Menurut Hembing, penggunaan manjakani di zaman dulu biasanya dihaluskan lalu disaring sebelum dioleskan di organ kewanitaan. Ada pula yang meminum jamu manjakani untuk meningkatkan elastisitas otot area V. Namun begitu, lanjut Hembing, manjakani tak bisa dipakai begitu saja, karena harus diformulasikan dulu, dicampur dengan herbal lain sesuai dengan tujuan pengobatannya.

Pada kondom manjakani, khasiat ekstraknya diperoleh dalam silicon lubricant yang akan terasa seperti serbuk atau scrub. Menurut Hembing, ekstrak ini kaya akan zat tannin yang berkhasiat sebagai astringent (menyempitkan pori), mengurangi cairan berlebih dan mengencangkan dinding vagina dan menambah kerapatan.

"Ekstrak ini nantinya akan terasa seperti scrub yang merangsang vagina di awal-awal, namun tidak akan menimbulkan iritasi karena akan larut atau hilang dengan sendirinya," ujar Prof Hembing.

Kondom Manjakani ini diproduksi oleh sebuah perusahaan Malaysia, dan akan segera dipasarkan secara luas ke beberapa kota di Indonesia.

kondom dari buah manjakani

Posted by Unknown
KEYAKINAN bahwa coca cola bekerja sebagai pembunuh sperma (spermisida) hanyalah mitos belaka meski ada banyak yang percaya. Seorang ilmuwan, Deborah Anderson dalam sebuah artikel yang terpublikasi di British Medical Journal, Kamis menyebutkan bahwa penyemprotan (douche) Coca cola kadang-kadang digunakan di tahun 1950-an dan 1960-an di Amerika karena dipercaya kadar asam minuman ini dapat membunuh sperma.

Minuman ringan berkarbonasi yang digunakan untuk douche masih digunakan sebagai kontrasepsi usai berhubungan seks di beberapa negara miskin, ujar profesor ahli obstetrik dan ginekologi (kandungan) di Harvard Medical School.

Namun, kata Anderson, tidak ada bukti yang menyatakan bentuk kontrasepsi aneh ini bekerja efektif. Coke bukanlah spermisida yang sangat efektif. Apalagi sebelum disemprotkan, sperma yang bergerak lincah ini sudah berenang keluar menuju serviks terlebih dahulu.

Coca cola menghancurkan lapisan atas sel-sel dalam vagina dan menyebabkan para wanita penggunanya justru mudah terkena penyakit seksual menular.

Selain, tak berbahaya bagi sperma, pop soda ini justru menghilangkan bakteri baik, membuka jalan bagi masuknya jamur dan bakteri penyebab infeksi.

Eksperimen dengan teknik douche vagina lain menunjukkan peningkatan risiko peradangan pada pelvik dan munculnya kehamilan ectopic, telur yang telah dibuahi berada di luar uterus.
Sebuah data yang agak mengejutkan diungkap oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Pasalnya, di kalangan remaja Indonesia, hanya 27 persen yang mengetahui kegunaan kondom. Dari 27 persen itu, satu persen di antaranya mengaku pernah menggunakannya.

Data itu diungkapkan Kepala BKKBN Sugiri Syarief dalam jumpa pers mengenai akan diselenggarakannya Jakarta Youth Fiesta 2008, di Jakarta, Kamis (30/10) malam.

Kondisi tersebut terbilang mengkhawatirkan, sebab di tengah keytidak tahuan remaja mengenai alat kontrasepsi, beberapa penelitian justru menyebutkan bahwa 21-30 persen remaja Indonesia di kota-kota besar seperti Bandung, Jakarta, dan Yogyakarta telah melakukan hubungan seks pranikah.

Sehingga, ketidaktahuan ini dapat memicu kelahiran yang tidak inginkan yang diikuti dengan meningkatnya kasus aborsi, yang setiap tahunnya diperkirakan mencapai 2,3 juta - 3 juta kasus. "Menurut data Perhimpunan Obsteri dan Ginekologi, dari dua juta kasus aborsi, sekitar 700 ribu di antaranya dilakukan secara sengaja (induce)," kata Sugiri.

27% remaja yang tau kondom

Posted by Unknown
Kawan pria saya menolak untuk menggunakan kondom sebagaimana dia mengatakan dia tidak bisa merasakan ketika dia pakai. Bagaimana saya dapat membujuknya untuk menggunakan kondom?

 Anda bisa memintanya memakai kondom yang tidak terlalu ketat agar sensasi masih terasa. Anda berdua harus mendiskusikan masalah seks yang aman dan risiko kehamilan yang akan mempunyai dampak sangat berbeda dengan mengurangi transmisi penyakit serta kontrasepsi yang secara seksual ditransmisikan. Sebagai contoh, pil kontrasepsi oral bisa mengurangi risiko kehamilan, tetapi tidak mengurangi transmisi penyakit yang secara seksual ditransmisikan.
SELAIN faktor kenyamanan, dalam memilih alat kontrasepsi, kita juga harus jeli mempertimbangkan plus-minusnya.

Kondom misalnya, unggul dalam hal kepraktisan dan efektivitas. Kondom juga bisa mencegah penularan penyakit kelamin. Tapi, pada orang-orang tertentu, karet kondom bisa rnenimbulkan reaksi alergi. Ujungnya, kelamin bisa lecet dan luka.

Kita harus lebih waspada lagi bila memilih kontrasepsi hormonal. Pada metode oral atau pil, efek posititnya adalah haid menjadi lebih teratur dan mengurangi kram perut saat haid. Efek negatifnya, payudara kencang dan sakit, mual, muntah, depresi, serta berat badan naik.

Memang, kini sudah ada pil KB yang tidak menyebabkan kegemukan. Tapi, "Harganya lumayan mahal. Kalau pil biasa sekitar Rp 40.000, pil ini mencapai Rp 200.000 untuk sebulan," ujar M. Lutfi Alkaff, Ginekologi di RS dr. Sardjito, Yogya.

Adapun cara suntik memiliki kelebihan karena diberikan tiga bulan sekali. Jadi, bisa menekan risiko lupa minum pil atau telat. Tapi, seperti halnya pil, suntik hormon juga bisa memicu kegemukan. Selain itu, menstruasi menjadi tak teratur dan waktu pemulihan kesuburan yang agak lambat.
Seks rekreasi mestinya tidak hanya mengutaman kenikmatan tapi juga keselamatan. Karena itu penggunaan alat kontrasepsi menjadi pilihan. Dalam hal ini, ukuran kondom yang tidak pas diklaim bukan cuma berpotensi menularkan penyakit menular seksual (PMS) tapi juga mengurangi kenikmatan seks.

Hal itu diungkapkan mayoritas pria pengguna kondom dalam survei yang dilakukan situs Kinsey Institute for Research in Sex, Gender and Reproduction. 436 pria usia 18 - 67 tahun yang terlibat dalam survei ditanyakan apakah kondom yang selama ini mereka pakai saat bercinta dengan lawan jenis memiliki ukuran yang pas.

Sebanyak 45 persen mengatakan dalam tiga bulan terakhir ini mereka menggunakan kondom yang ukurannya kurang pas. Para pria tersebut mengatakan kondom yang dipakai itu seringkali bocor atau terlepas. Para pemakai alat kontrasepsi berbentuk sarung itu juga mengeluhkan iritasi. Keluhan-keluhan seperti itu tidak ditemui pada pria yang mengatakan ukuran kondom yang dipakai pas dengan "alat tempurnya."

Ungkapan bahwa karet (baca: kondom) tak akan pernah bisa menandingi sensasi kulit tampaknya ada benarnya. Pasalnya, para pengguna kondom dengan ukuran tidak pas tersebut mengatakan tidak bisa memuaskan diri sendiri dan pasangannya. Bahkan, banyak pasangan mereka yang mengatakan sulit mencapai orgasme.

Karena tak mendapatkan kenikmatan, mayoritas responden mengatakan mereka melepas kondom sebelum hubungan seks berakhir. Padahal, tanpa alat kontrasepsi, "rekreasi di ranjang" ini akan terus diselimuti rasa takut dan was-was, antara takut hamil atau tertular PMS. Nah, pada bagian ini kita mesti berhati-hati. Stres yang berkelanjutan dapat mematikan potensi seksual seseorang.

Para peneliti dalam survei ini menulis dalam jurnal Sexually Transmitted Infections bahwa keluhan ini harus diperhatikan oleh para produsen kondom. Mungkin selain membuat kondom dengan sensasi rasa dan bentuk, perlu dibikinkan juga kondom dalam berbagai ukuran yang bisa disesuaikan dengan panjang pendeknya Mr.P seseorang.

keluhan pria tentang kondom

Posted by Unknown
MENURUT Dr. Nafsiah Mboi, menggunakan kondom untuk mencegah tertularnya penyakit seksual menular (PMS) memang tindakan minus malum, artinya keputusan yang paling baik (meski keputusan itu pun belum ideal baiknya) di antara keputusan lain yang tidak baik.

Namun, lebih dari itu menggunakan kondom ternyata tidaklah menghambat seseorang untuk menikmati orgasme dan nikmatnya seks. “Semua tergantung dari kita. Kita hanya perlu membiasakan diri saja,” jelas Dr. Nafsiah.

Sebab itu, berikut ini ada 12 alasan yang menguatkan kita kenapa harus menggunakan kondom:
1. Perlindungan diri. Bila dipakai dengan benar dan konsisten melindungi diri dari penyakit menular seksual dan HIV
2. Keluarga Berencana. Salah satu pilihan yang aman terpercaya untuk mencegah kehamilan apalagi zaman sekarang Indonesia sedang mengalami baby booming. perencanaan keluarga berencana perlu digalakkan lagi.
3. Sangat paktis. Mudah dibawa.
4. Semua orang bisa pakai dan tidak ada efek samping.
5. Mudah Digunakan. Di tiap kemasan ada petunjuk pemakaiannya.
6. Menyenangkan. Pemakaian kondom bisa jadi bagian dari foreplay.
7. Dapat diandalkan. Setiap potong kondom harus lulus uji elektronis dan memenuhi Standar Mutu Internasional, ISO 4074.
8. Aman. Kondom lateks tidak bepori seperti sudah dibuktikan dalam penelitian di laboratorium. Dapat mencegah pertukaran cairan tubuh. Anda tak perlu khawatir akan bocor.
9. Seksi. Bisa tahan lama, sehingga dapat meningkatkan kepuasan dalam bercinta
10. Terjangkau karena harganya murah.
11. Berpelicin.
12. Banyak Pilihan. Ada berbagai bentuk, ukuran dan aroma kondom yang bisa digunakan.

Alasan Pakai Kondom

Posted by Unknown

cari yang anda inginkan

Copyright © dema56 -Black Rock Shooter- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan